Pembuatan minuman kopi
Kopi bakal menjalani serangkaian proses pengolahan yang panjang dari biji kopi guna menjadi minuman kopi.
Berbagai cara pengolahan biji kopi telah diusahakan untuk menghasilkan minuman kopi terbaik. Dalam urusan ini, proses penanaman pun turut berperan dalam membuat cita rasa kopi yang baik.

Biji kopi siap panen dan bunga putihnya.
Pemanenan dan pemisahan cangkang

1. Pengeringan tradisional biji kopi di Kalibaru, Banyuwangi.
Tanaman kopi tidak jarang kali berdaun hijau sepanjang tahun dan berbunga putih. Bunga ini lantas akan menghasilkan buah yang serupa dengan ceri terbungkus dengan cangkang yang keras.
Hasil dari pembuahan di bunga berikut yang dinamakan dengan biji kopi. Pemanenan biji kopi seringkali dilakukan secara manual dengan tangan.
Pada etape selanjutnya, biji kopi yang sudah dipanen ini akan diceraikan cangkangnya. Terdapat dua cara yang umum dipakai, yakni dengan pengeringan dan penggilingan dengan mesin.
Pada kondisi wilayah yang kering seringkali digunakan cara pengeringan langsung di bawah sinar matahari.
Setelah kering maka cangkang biji kopi bakal lebih gampang untuk dilepaskan.[butuh rujukan] Di Indonesia, biji kopi dikeringkan sampai kadar air tersisa melulu 30-35% Metode lainnya ialah dengan menggunkan mesin.
Sebelum digiling, biji kopi seringkali dicuci terlebih dahulu.[butuh rujukan] Saat digiling dalam mesin, biji kopi pun mengalami fermentasi singkat. Metode penggilingan ini ingin memberikan hasil yang lebih baik daripada cara pengeringan langsung.

2. Pemanggangan
Setelah diceraikan dari cangkangnya, biji kopi sudah siap guna masuk ke dalam proses pemanggangan. Proses ini secara langsung bisa meningatkan cita rasa dan warna dari biji kopi.
Secara fisik, evolusi biji kopi tampak dari pengeringan biji dan penurunan mutu secara keseluruhan. Pori-pori di sekeliling permukaan biji pun bakal terlihat lebih jelas. Warna cokelat dari biji kopi pun akan tampak memekat.

3. Penggilingan
Pada etape selanjutnya, biji kopi yang sudah kering digiling guna memperbesar luas permukaan biji kopi. Dengan meningkat luasnya permukaan maka ekstraksi bakal menjadi lebih tepat guna dan cepat.
Penggilingan yang baik bakal menghasilkan rasa, aroma, dan penampilan yang baik. Hasil penggilingan ini mesti segera dimasukkan dalam wadah kedap udara supaya tidak terjadi evolusi cita rasa kopi.

Pot vakum, di antara alat yang dapat dipakai untuk merebus biji kopi.
4. Seni perebusan
Perebusan merupakan tahapan akhir dari pengolahan biji kopi sampai siap dikonsumsi. Untuk membuat minuman kopi yang bercita rasa tinggi, perebusan biji kopi mesti dilaksanakan dengan baik dan sempurna.
Terdapat tidak sedikit variabel dalam perebusan biji kopi, antara beda komposisi biji kopi dan air, ukuran partikel, suhu air yang dipakai, metode, dan masa-masa perebusan. Kesalahan kecil dalam perebusan kopi dapat mengakibatkan penurunan cita rasa.
Sebagai contoh, perebusan yang terlampau lama seringkali akan memunculkan rasa kopi yang terlampau pahit. Oleh sebab itu, bukanlah urusan yang gampang untuk menyajikan kopi yang baik.

5. Dekafeinasi
Dekafeinasi atau penghilangan kafeina tergolong ke dalam metode ekstra dari borongan proses pengolahan kopi. Dekafeinasi tidak sedikit digunakan untuk meminimalisir kadar kafeina di dalam kopi supaya rasanya tidak terlampau pahit.
Di samping itu, dekafeinasi juga dipakai untuk mengurangi efek samping dari kegiatan kafeina di dalam tubuh. Kopi terdekafeinasi tidak jarang dikonsumsi oleh pecandu kopi supaya tidak terjadi akumulasi kafeina yang berlebihan di dalam tubuh.
Proses dekafeinasi dapat dilaksanakan dengan melarutkan kafeina dalam senyawa metilen klorida dan etil asetat.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Hubungi kami?